Penyangga mata air
Elo Penyangga Mata Air Sudah cukup lama rasa penasaran itu tertancap dalam benak Tole. Langkahnya selalu ingin tertuju pada sebuah pohon rindang yang besar menyerupai beringin itu. Lagi-lagi Tole berbuat ulah. Padahal tak satupun teman-temannya berani mendekati pohon itu. Beberapa waktu lalu kata yang selama ini tersimpan terpaku untuk melontarkannya pun akhirnya terutarakan dengan keberanian. “Pohon apakah yang ada dipinggir Sungai Ngasem itu bah?” Akhirnya tole berani mempertanyakan tentang pohon itu kepada abah setelah sekian lama. Elo, ya itu namanya. Nampak menyeramkan dengan ukuran batang yang cukup besar dan cabang pohon muncul akar yang menjulur kebawah menyentuh tanah. Buah-buah pohon juga nampak tumbuh bergerombol di setiap batangnya. Bermain merupakan hal yang tak asing lagi bagi teman-teman bersama Tole. Tidak semua menganggap elo menyeramkan. Seperti biasa mereka bersama tole bermain disekitar jajaran elo. “...